jasa konsultan perusahaan,pelatihan perusahaan,coaching perusahaan,pelatihan karyawan,konsultan bisnis,outbond training,training karyawan,bussines consultant

KOMUNIKASI ERA MILENIAL

Ketika membahas perihal pola komunikasi di era milenial saat ini, secara tidak langsung kita sedang berbicara tentang masa depan komunikasi secara keseluruhan. Karena usia produktif didominasi oleh generasi milenial, maka hal ini mengarah pada bentuk dari pola komunikasi di masa yang akan datang. Jadi, bagaimana kecenderungan generasi milenial dalam berkomunikasi ?

Berikut ulasan yang kami rangkum dari Forbes ( Larry Alton ).

  1. Aplikasi Instan Messaging Semakin Populer

Aplikasi IM atau Intant Massaging menjadi primadona di kalangan generasi milenial seperti Telegram, Whatsapp atau Line. Hampi semua milenial menggunakan IM dalam komunikasi sehari-hari. IM memang memiliki kelebihan diantaranya alat komunikasi yang instant dan mobile, dapat dikirim dan dibaca kapan saja, serta dapat menjadi sarana komunikasi massal melalui fitur Group yang bisa ditemukan di IM pada umumnya. Fitur tersebut sangat memungkinkan untuk pengirim dapat berkomunikasi secarap cepat dengan beberapa orang sekaligus hanya dengan satu pesan singkat saja. Fitur ini dapat digunakan sebagai media koordinasi di dunia kerja antara para Leader dengan timnya, komunikasi keluarga yang memungkinkan anggota keluarga tetap dapat terhubung meski berada di lokasi yang berbeda-beda, serta dapat digunakan untuk hal-hal yang bersifat private yang tidak memungkinkan pengirim untuk menyampaikannya melalui telepon karena sangat memungkinkan dapat terdengar oleh orang lain.

  1. Menurunnya Frekuensi Komunikasi Via Telepon

Generasi Milenial memiliki kecenderungan enggan berbicara melalui telepon. Jika Anda adalah bagian dari generasi milenial, Anda pun pasti merasakan hal tersebut bukan?  Kecenderungan pola komunikasi ini tentunya berdampak pada masyarakat ke lingkungan di sekitar generasi milenial. O2 yang merupakan perusahaan telekomunikasi Eropa telah melakukan riset dan menemukan fakta bahwa komunikasi yang dilakukan melalui panggilan telepon hanya menduduki peringkat 5 dalam peringkat media komunikasi yang paling banyak digunakan di kalangan masyarakat secara umum. Artinya, ponsel saat ini sudah jarang digunakan untuk melakukan panggilan telepon. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? Seiring pertumbuhan dan perkembangan teknologi, muncul berbagai terobosan salah satunya dalam bidang komunikasi seperti SMS, Email, Intant Messaging seperti BBM, Whatsapp, Line, Telegram dan lainnya. Bentuk komunikasi bentuk teks atau secara tertulis dirasa lebih nyaman dan sesuai dengan kebutuhan generasi milenial. Bagi sebagian orang, panggilan telepon dapat dianggap sesuatu yang mengganggu dalam aktivitas seseorang karena mereka diharuskan dapat memberikan respon secara langsung. Sedangkan pesan yang dikirim melalui teks atau yang akrab disebut Chat oleh para milenial sangat memungkinkan bagi penerima untuk dapat memikirkan terlebih dahulu respon yang akan diberikan. Selain itu, penerima tidak harus menerima dan membuka pesan tersebut  secara langsung. Pesan dapat dibuka kapanpun penerima mau. Melihat kecenderungan ini, maka hal tersebut juga dapat berdampak pada dunia kerja. Pemasaran melalui telepon seperti telemarketing lambat laun akan ditinggalkan.

  1. Email Tetap “Abadi”

Di tengah popularitas Instant Messaging yang semakin tinggi, email ternyata masih menjadi pilihan. Lebih dari 205 email terkirim setiap harinya. Jadi mengapa generasi milenial masih mempertahankan Email sebagai sarana komunikasi mereka? Menurut Larry Alton, hal ini disebabkan karena kemampuan  email dalam menangani bentuk dari komunikasi formal yang masih sangat dibutuhkan di era milenial. Email juga dapat memberi ruang untuk para pengirim melakukan pola komunikasi yang sama yaitu pengiriman pesan berupa teks seperti yang ditawarkan IM. Email dapat menampung semua informasi secara penuh dengan berbagai fitur formal seperti pengaturan tulisan, font, paragraf bahkan bullet point yang belum dapat dilakukan menggunakan IM karena fitur semacam itu yang terbatas. Hal tersebut yang menjadikan Email tetap menjadi pilihan di era milenial seperti saat ini. Email dalam dunia kerja tetap menjadi sarana komunikasi yang utama. Email selain digunakan untuk reporting, pendelegasian tugas, berbagi informasi juga sangat memungkinkan menjadi alternatif komunikasi pemasaran yang perlahan sudah mulai meninggalkan telemarketing. Para pelaku pemasaran dapat mengirimkan email secara massal atau disebut email blast yang memungkinkan pengirim untuk dapat menyebarkan pesan ke beberapa orang sekaligus. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan melalui email, seperti promosi produk dan layanan, survey, bahkan menawarkan pelatihan karyawan atau acara workshop dan seminar.

Dan jika Anda adalah orang yang sedang mencari informasi atau sedang membutuhkan pelatihan karyawan atau workshop dan seminar, silahkan klik www.improvement-focus.com atau kunjugi official account instagram kami.