jasa konsultan perusahaan,pelatihan perusahaan,coaching perusahaan,pelatihan karyawan,konsultan bisnis,outbond training,training karyawan,bussines consultant

Sudah di Level Mana Kepemimpinan Mu?

Banyak perusahaan memiliki Manager namun belum tentu memiliki seorang Leader. Leader yang tidak memandang pentingnya kaderisasi. Akibatnya, begitu dia sudah tidak lagi menjadi seorang Leader, organisasi yang dipimpinnya ikut hancur. Hal ini disebabkan karena penerusnya tidak mampu memimpin organisasi sehandal Leader terdahulunya. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kaderisasi, antara lain kesinambungan perusahaan bisa terus terjaga karena adanya regenerasi, melahirkan Leader baru yang memiliki potensi, serta membuat organisasi terus hidup. Leader harus mampu membuat orang lain memiliki kualitas yang paling sedikit sama dengan dirinya. 

Ada beberapa tingkatan kepemimpinan, dari yang kepemimpinan yang berdasarkan posisi hingga pemimpin yang mampu mengembangkan “pemimpin” lainnya. Coba cek, ada di level manakah tingkat kepemimpinan Anda sekarang!

Level pertama merupakan tingkat keberhasilan yang paling rendah. Leaderan pada tingkat ini bisa diperoleh seseorang hanya karena ia menduduki posisi atau jabatan tertentu, misalnya manajer di suatu perusahaan. Namun, seorang manajer tidak bisa langsung dikatakan sebagai Leader yang baik jika ia hanya sekedar menjalankan tugas?tugas yang sudah digariskan baginya. Ciri yang bisa diamati adalah pengaruh Leader hanya sebatas posisinya, ia tidak bisa mengembangkan pengaruhnya di luar pekerjaannya. Karyawan hanya mengikuti perintahnya karena mereka diharuskan, bukan karena termotivasi oleh sang Leader sehingga karyawan seringkali memiliki moral yang rendah. 

Level kedua, Leader sudah berhasil membuat orang?orang bekerja pada saat mereka tidak diharuskan bekerja. Karyawan bekerjs karena mereka ingin dan Leader sudah berhasil menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Hal itu biasanya terjadi ketika Leader sudah menyediakan waktu untuk banyak berkomunikasi dengan karyawan secara pribadi dan berusaha menghafal nama serta mengenal latar belakang mereka. 

Level Ketiga , Leader sudah berhasil membuat karyawan bekerja untuk mencapai sesuatu yang berharga atau berorientasi pada hasil. Hal itu terjadi karena karyawan mengagumi apa yang telah dilakukan oleh Leader. Leader dinilai sebagai sosok yang bertanggungjawab dan berinisiatif dalam mencapai tujuan serta bisa mengambil keputusan?keputusan penting demi kemajuan organisasi. 

Level keempat, Leader dianggap hebat bukan karena kekuasaannya, tetapi karena kemampuannya untuk menguatkan orang lain. Dalam hal ini, Leader merasa bertanggungj awab untuk mengembangkan karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Leader bukanlah satu?satunya orang yang bisa melakukan semua pekerjaan dengan sempurna karena karyawan bisa menjadi tidak nyaman dan tidak termotivasi. Oleh karena itu, Leader bertanggungjawab untuk mendelegasikan tugas kepada karyawan yang telah dilatih, memberinya kesempatan untuk berkembang dengan penuh percaya diri, serta mendorongnya untuk memikul tanggung jawab yang telah diberikan. 

 

Level kelima, karyawan sangat menghormati Leader bukan untuk apa yang telah mereka capai, melainkan untuk siapa diri mereka. Beberapa ciri yang bisa diamati adalah para karyawan yang setia dan rela berkorban untuk Leader. Leader mempunyai pengaruh yang sangat besar atas organisasinya, menjadi seorang konsultan sehingga semua orang mencarinya, dan Leader ikut bersukacita saat melihat orang lain berkembang dan maju.

Untuk memaksimalkan kinerja seorang leader, selain evaluasi kerja juga diperlukan training atau pelatihan karyawan secara berkala untuk mengasah kemampuan dari leader,  baik itu soft skill maupun hard skill. Improvement Focus® hadir untuk menjawab kebutuhan setiap perusahaan dalam hal pengembangan SDM. Informasi seputar pelatihan karyawan hubungi subscribe contact Anda di www.improvement-focus.com